Pernahkah engkau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan?
Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan?
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun mulai deras mengalir
cemerlang sebening embun
Pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan?
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun
Lagu ini selalu membantuku ketika hatiku begitu resah. Dengan lagu ini juga akhirnya aku bisa menuangkan sebuah peristiwa yang cukup penting dan membawaku ke tahapan kedewasaan sebagai seorang perempuan...
Tahun baru yang cukup melelahkan bagiku. Ketika orang kebanyakan merayakan Tahun baru dengan keriaan hingga pagi menjelang, aku hanya ditemani yang tercinta. Datang menjelang tengah malam dengan kepenatan karena harus bekerja lembur, kita nikmati waktu bersama menjelang pergantian akhir tahun. Rencana liburan yang sudah digagas jauh-jauh hari terpaksa pupus karena kondisi tidak memungkinkan. Tapi, bagiku tidak masalah, kami sama-sama tidak terlalu suka keramaian. Kami hanya ingin menikmati waktu tenang bersama. Setelah peristiwa demi peristiwa yang menyebabkan kita tidak lagi memiliki waktu untuk saling sekedar bercerita.
Ada hal yang cukup mengejutkan dan menyakitkan bagiku di awal tahun ini. Yang kudapati melalui sebuah ketidaksengajaan yang didorong oleh reaksi impulsif dari naluri seorang perempuan. Maka liburan berdua yang sangat kunantikan itu berjalan tidak seperti yg kubayangkan. Liburan diisi dengan pembicaraan masalah yang cukup mengejutkan dan menyakitkan itu.
Pada akhirnya aku harus memilih sebuah keputusan yang cukup berat bagiku. Menyudahi atau menyelamatkan sebuah hubungan yang sudah dengan susah payah kami bangun. Banyak sudah yang terlewati baik kesenangan maupun kesusahan. Ketika kami akan mengambil keputusan terbesar dalam hidup kami, badai itu kembali datang. Apakah karena dia selalu berada diantara ombak, jadinya badai itu sangat suka datang?
Tidak mudah bagiku untuk bisa menyingkirkan hal yang begitu prinsip kupegang dan kembali menerimanya. Kejujuran dan loyalitas adalah harga mati bagiku. Apa yang terjadi ketika keduanya dilanggar? Perang dalam batin terus berkecamuk ditambah dengan prasangka, tanya, sakit hati, ego. Rasanya memang tidak dapat terbayangkan, tapi kuselami semuanya sebagai bagian dari ujian yang akan menjadikanku pribadi yang lebih baik, lebih bijak.
Ketika kita di persimpangan jalan, seringkali kita lebih suka mengambil jalan yang mudah, tapi belum tentu akan mengantar kita pada tujuan yang kita inginkan. Aku belum tahu apakah keputusanku untuk mengambil jalan yang sulit akan berakhir bahagia, tapi harus meyakinkan diri. Aku percaya bahwa takdir terbentuk dari pilihan-pilihan yang kita ambil dalam hidup kita.
Setelah mencoba meredakan kecewa dan sakit hati serta keinginan untuk mencari penyebab dari semuanya, akhirnya aku tersadar bahwa kadang ada hal-hal yang memang tidak untuk kita mengerti. Kita hanya bisa menerima dan mencoba menjalaninya dengan ikhlas. Aku mencoba menyerahkannya pada kekuatan semesta untuk melakukan bagiannya. Yang bisa kulakukan saat ini adalah mencoba menerima dan tetap mempertahankan sebuah cinta yang telah sering teruji.
Memang semuanya tidak semudah kelihatannya. Butuh proses dan komitmen. Butuh keikhlasan. Aku akan berusaha menguatkan diri untuk menyadari bahwa kesalahan adalah bagian dari pembelajaran. Aku meyakini bahwa dia yang tercinta akan belajar dan memahami bahwa cinta kami adalah sebuah anugerah yang harus kami jaga dan rawat. Bahwa setiap tindakan akan mewujudkan sebuah akibat. Dan kali ini bisa jadi akibatnya adalah sebuah kehancuran sebuah cinta sederhana yang kami bina dengan segenap kesungguhan.
Ada ragu apakah ini keputusan yang terbaik? Apakah tidak akan terulang lagi? Apakah masalahnya telah terselesaikan? Kami tidak akan pernah tahu. Tapi aku harus yakin akan kesungguhan kami berdua. Bahwa kesalahan ini dibayar sangat mahal dan tidak akan menjadi yang kedua kali.
Pada akhirnya kita memang selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Ketika pilihan itu hanya menggunakan logika, mungkin tidak akan terlalu sulit. Tetapi ketika sebuah perasaan menjadi bagian terpenting dalam mengambil sebuah keputusan, itu bukanlah hal yang mudah. Tapi peristiwa ini menyadarkan aku bahwa aku masih sangat muda dalam hidup. Banyak sekali hal-hal yang tidak aku mengerti dan belum siap menghadapinya. Banyak sekali ujian-ujian lain yang akan datang dari berbagai sisi perjalananku di dunia ini.
Dengan peristiwa ini semoga aku semakin dewasa dan bijaksana dalam menyikapinya.
Lagu yang sama telah kuputar berulang-ulang dan masih terdengar... Manis dan indah... sederhana dan sarat makna... terima kasih Kang Ebiet.. terima kasih yang tercinta, terima kasih Tuhan...
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun mulai deras mengalir
cemerlang sebening embun....
Cimanggis, 05 Jan 2011
Wednesday, January 5, 2011
Sunday, August 8, 2010
Saturday, May 8, 2010
Maaf kopi hari ini terasa lebih pahit, hatiku sedang sakit
malam yang panas
ketika entah untuk yang kesekian kalinya kita kehilangan nada
suara-suara terasa sumbang di telingaku
nyeri menyelinap di hati
jalan-jalan menciut lalu mengembang
klakson metromini memekak lalu menghilang
kosong dan gamang menuju pulang
malam yang panas
kususuri jalan pikuk sendiri
sejuta setan berseru, "akhiri saja..."
tatap mataku... kecewa
raba hatiku... luka
dengar degupku... nyeri
hanya deret pepohonan menyeringai dalam gelap
'"tak pernah kutawarkan cinta yang manis" katanya
tapi kubisa buatkan kopi yang pekat
kuhirup dengan segenap percaya
karena sepekat itu cinta yang kurasa
cintaku atau cintamu?
hari panjang yg menyisakan nyeri
malam panas yg berujung lelah
kutuntaskan dengan kopi pahit sampai tandas
kubiarkan nyeri menyadarkan rasa
sakitnya kuyakini pertanda cinta yang manis
tersaji dalam secangkir kopi pahit
Cimanggis, 08 Mei 2010
judul terinspirasi status FB seorang teman...
photo 01: google
photo 02: our hands by friend
ketika entah untuk yang kesekian kalinya kita kehilangan nada
suara-suara terasa sumbang di telingaku
nyeri menyelinap di hati
jalan-jalan menciut lalu mengembang
klakson metromini memekak lalu menghilang
kosong dan gamang menuju pulang
malam yang panas
kususuri jalan pikuk sendiri
sejuta setan berseru, "akhiri saja..."
tatap mataku... kecewa
raba hatiku... luka
dengar degupku... nyeri
hanya deret pepohonan menyeringai dalam gelap
'"tak pernah kutawarkan cinta yang manis" katanya
tapi kubisa buatkan kopi yang pekat
kuhirup dengan segenap percaya
karena sepekat itu cinta yang kurasa
cintaku atau cintamu?
hari panjang yg menyisakan nyeri
malam panas yg berujung lelah
kutuntaskan dengan kopi pahit sampai tandas
kubiarkan nyeri menyadarkan rasa
sakitnya kuyakini pertanda cinta yang manis
tersaji dalam secangkir kopi pahit
Cimanggis, 08 Mei 2010
judul terinspirasi status FB seorang teman...
photo 01: google
photo 02: our hands by friend
Wednesday, April 21, 2010
World Book Day Indonesia 2010
Beberapa waktu terakhir ini, panitia World Book Day 2010 dihujani dengan kesibukan yang luar biasa.
Mulai dengan Program Pengumpulan 1000 Foto Kepergok Membaca, mengunggahnya ke blog, mendata ulang para pengirim foto, sampai dengan proses pemilihan foto menjadi 100 buah untuk nantinya dipamerkan dalam World Book Day Indonesia 2010. Dalam proses pemilihan 100 foto ini kami dibantu oleh kawan-kawan dari Jurnalis Foto Kantor Berita Antara.
Blog 1000 Foto Kepergok Membaca ternyata mendapat perhatian yang sangat baik. Kurang dari dua bulan sejak pertama publish hingga saat ini, blog tersebut telah diakses setidaknya oleh 20.815 orang. Selengkapnya silakan berkunjung ke: http://kepergokmembaca.wordpress.com/
Pada divisi yang lain, kami juga membuat katalog yang memuat 50 komunitas buku di Indonesia. Jumlah ini kami yakini masih terlalu sedikit, namun setidaknya kami berharap bisa menjadi awalan bagi pendataan dan pemetaan komunitas buku di Indonesia yang lebih menyeluruh di masa yang akan datang. Dengan segala macam keterbatasan, buku katalog ini kami cetak sebanyak 1000 eksemplar. Dalam hal ini, kami mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada kawan-kawan komunitas buku di tanah air yang bersedia bekerjasama.
Kami juga telah memulai program World Book Day Goes to School yang merupakan salah satu program utama dari World Book Day Indonesia 2010 yang dirancang untuk mendorong perayaan World Book Day di sekolah atau universitas di Indonesia. Silakan berkunjung ke blog: http://wbdgoestoschool.wordpress.com/
Tiga hal di atas hanyalah sebagian dari program yang telah kami persiapkan.
Melalui surat ini, kami menghampiri anda.
Mencoba mengajak untuk turut larut dalam pesta.
Sebuah pesta untuk kita semua:
World Book Day Indonesia 2010!
Salam hangat,
Bayu Bergas
Publicist
+6281327221190
bayu.bergas@worldbookdayindonesia.org
Sandi Taruni
Koordinator Acara
+6281804956566
sandi.taruni@worldbookdayindonesia.org
______________________________________________________________________________________________________________________
RANGKAIAN ACARA
WORLD BOOK DAY INDONESIA 2010
23 April - 25 Mei 2010 di Pasar Festival dan Museum Mandiri
_______________________________________________________
TEMU KOMUNITAS BACA
23-25 April 2010 di Pasar Festival Kuningan
Membaca Di Mana-mana
Jumat, 23 April 2010
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-10.30
Pembukaan oleh Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D.
10.30-12.00
Konferensi Pers dan Pembukaan Pameran 100 Foto Kepergok Membaca
- Mula Harahap (Tokoh Perbukuan)
- Gola Gong (Pegiat Budaya Baca)
- Clara Ng (Penulis Bacaan Anak)
- Satrio Wibowo (Penulis Remaja)
- Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D. (Kementerian Pendidikan Nasional)
13.00-15.00
Diskusi Komunitas Baca: "Berjejaring Untuk Mengembangkan Budaya Baca"
- Gola Gong (Ketua Forum TBM)
- Hikmat Kurnia (IKAPI Jakarta)
- Arfi Moenandaris (Pemimpin Redaksi Majalah Teacher's Guide)
16.00-19.00
Museum dan Buku | Oleh Museum Mandiri
19.00-21.00
Bedah Buku "Panduan Sang Petualang 47 Museum Jakarta" | Oleh Rumah Baca Zhaffa
- Edi Dimyati (Penulis Buku)
- Kartum Setiawan (Komunitas Jelajah Budaya)
Sabtu, 24 April 2010 ------------------
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-12.00
Talkshow Science "Peneliti Muda Memanfaatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia" | Oleh FOSCA (Forum of Scientist Teenagers)
- Ersania Aulyani (MAN 13 Jakarta)
- Guardhian Muhammad ( SMAN 5 Bekasi )
12.00-12.30
Role Play NZ | Oleh Britzone (Klub Bahasa Inggris di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional)
12.30-13.00
Role Play E-l@b | Oleh E-l@b (Klub Bahasa Inggris Untuk Remaja di library@batavia)
12.45-14.00
Pembacaan Puisi Bahasa Perancis | Oleh Parley (Klub Bahasa Perancis library@batavia)
13.00-14.30
Workshop Series “Learning by doing, make your own stories!” | Oleh Komunitas Penulisan Online Identity of Hope (Indo Hogwart)
14.30-15.00
Launching Identity of Hope (IH) – Payung dari forum komunitas menulis online IH
15.00-16.30
Putar Film the Ringers | Oleh Eorlingas (Pecinta The Lord of The Rings)
16.30-18.30
Dialog Bersama Tukang Bunga dan Burung Gagak | Oleh Komunitas Aniters
18.30-21.00
Debat Remaja "Membaca Dari Bencana" | Oleh TBA Roemah Pustaka
Minggu, 25 April 2010 -----------------------
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-13.00
Spelling Bee Competition SD-SMP | Oleh TBM Insan Bangsa dan Britzone
13.00-14.00
Ilham Obama Goes to World Book Day Indonesia | Oleh TBM Kampung Buku
14.00-15.00
Tari, Rebana, dan Puisi: Anak Rumbia Ceria | Oleh Istana Rumbia Wonosobo
15.00-17.00
Bookswap Akbar: Tukar-menukar Buku Gratis | Oleh GoodReads Indonesia
17.00-17.30
Gerak dan Lagu Rakyat | Oleh Rumah Baca WACANA Rawamangun 81
19.00-21.00
Talkshow "Genre Science Fiction di Indonesia" | Komunitas Indo-Startrek
TEMU PENULIS BACAAN ANAK ------------------------------------------------
1-2 Mei 2010 di Pasar Festival Kuningan
101 Tanda Cinta untuk Anak Kreatif Negeri Tercinta
Sabtu, 1 Mei 2010 --------
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-12.30
Launching 1: Nulis Cerpen, Yuk!
- Sokat
- Hadi Pranoto
- Cris Oetoyo
- Dwi Bobo
- Deny Wibisono
- Ilustrator*
13.00-15.30
Launching 2: Menulis Buku Aktivitas
- Koensetyawan
- Renny Yaniar
- Tedi Siswoko
- Yol Yulianto
- Nur Ayati
- Gian Sugiarto
16.00-18.00
Launching 3: Menulis Novel Anak
- Iwok
- Rike Dedew
- Imran Laha
- Kusumastuti
- Tethy Kenzo
- Ilustrator*
Minggu, 2 Mei 2010 ----------------
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-12.30
Launching 4: Menulis Illustration Book
- Benny Rhamdani
- Ari Nilandari
- Nunik Utami
- Aan Wulandari
- Dian Kristiani
- Ilustrator*
*)Peserta akan mendapat buku Si Lorax karya Dr. Seuss dari Kedutaan Besar Amerika
13.00-15.30
Launching 5: Menulis Picturial Book
- Ali Muakhir
- Arleen
- Zulfairy
- Dewi ‘Icen’
- Rae Sita
- Ilustrator*
16.00-18.00
Deklarasi Forum Penulis Bacaan Anak dan Rekor MURI
_________________________________________________________
TEMU PENULIS MUDA ----------------------------------------------------
15-16 Mei 2010 di Aula Museum Mandiri Kota
Menulislah Selagi Muda
Sabtu, 15 Mei 2010 -----------------
10.00-16.00
Pameran Foto Kepergok Membaca, Bursa Naskah dan Bazar Buku Mini
10.00-12.00
Kumpul dan Curhat Penulis Muda
- Ria R. Badaria (Pemenang Khatulistiwa Award 2009 kategori Penulis Muda Berbakat)
- Aini (Penulis Kecil-kecil Punya Karya)
- Sundea (Penulis Buku Indie)
- Aulia Halim (Penulis Fiksi dan Non Fiksi)
13.00-14.00
Diskusi Buku Cruise On You
- Margareta Astaman
- Jia Effendi
13.00-16.00
Nonton Bareng Film "Oeroeg": Obrolan Buku "Oeroeg" dan "Burung-Burung Manyar" (Di Ruang Orientasi) | Oleh GoodReads Indonesia
14.00-16.00
Diskusi The Chronicles Of Willy Flarkies karya Satrio Wibowo | Oleh Kurnia Esa
Minggu, 16 Mei 2010 --------------
10.00-16.00
Pameran Foto Kepergok Membaca, Bursa Naskah dan Bazar Buku Mini
10.00-12.00
Talkshow Bersama Penerbit: "Dicari! Penulis Muda Berbakat"
- Yuni (Sygma)
- Nita (Karunia Esa)
- Novera Kresnawati (GPU)
- Jia Effendie (Penerbit Atria)
13.00-15.00
Hermesian: Saat Lisan Melangkah, Tulisan Mampu Berlari | Oleh The Hermes (Komunitas Penulisan)
- Music Bluesummer
- Talkshow Karya Hermes: Adriana, Hermes For Charity, Emagz Hermes in Love
- Pembacaan Puisi
- Pembagian CD E-Magz gratis
13.00-15.00
Pemutaran Film Winnetou III: Winnetou Gugur (1965) | Oleh Paguyuban Karl May Indonesia
Mulai dengan Program Pengumpulan 1000 Foto Kepergok Membaca, mengunggahnya ke blog, mendata ulang para pengirim foto, sampai dengan proses pemilihan foto menjadi 100 buah untuk nantinya dipamerkan dalam World Book Day Indonesia 2010. Dalam proses pemilihan 100 foto ini kami dibantu oleh kawan-kawan dari Jurnalis Foto Kantor Berita Antara.
Blog 1000 Foto Kepergok Membaca ternyata mendapat perhatian yang sangat baik. Kurang dari dua bulan sejak pertama publish hingga saat ini, blog tersebut telah diakses setidaknya oleh 20.815 orang. Selengkapnya silakan berkunjung ke: http://kepergokmembaca.wordpress.com/
Pada divisi yang lain, kami juga membuat katalog yang memuat 50 komunitas buku di Indonesia. Jumlah ini kami yakini masih terlalu sedikit, namun setidaknya kami berharap bisa menjadi awalan bagi pendataan dan pemetaan komunitas buku di Indonesia yang lebih menyeluruh di masa yang akan datang. Dengan segala macam keterbatasan, buku katalog ini kami cetak sebanyak 1000 eksemplar. Dalam hal ini, kami mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada kawan-kawan komunitas buku di tanah air yang bersedia bekerjasama.
Kami juga telah memulai program World Book Day Goes to School yang merupakan salah satu program utama dari World Book Day Indonesia 2010 yang dirancang untuk mendorong perayaan World Book Day di sekolah atau universitas di Indonesia. Silakan berkunjung ke blog: http://wbdgoestoschool.wordpress.com/
Tiga hal di atas hanyalah sebagian dari program yang telah kami persiapkan.
Melalui surat ini, kami menghampiri anda.
Mencoba mengajak untuk turut larut dalam pesta.
Sebuah pesta untuk kita semua:
World Book Day Indonesia 2010!
Salam hangat,
Bayu Bergas
Publicist
+6281327221190
bayu.bergas@worldbookdayindonesia.org
Sandi Taruni
Koordinator Acara
+6281804956566
sandi.taruni@worldbookdayindonesia.org
______________________________________________________________________________________________________________________
RANGKAIAN ACARA
WORLD BOOK DAY INDONESIA 2010
23 April - 25 Mei 2010 di Pasar Festival dan Museum Mandiri
_______________________________________________________
TEMU KOMUNITAS BACA
23-25 April 2010 di Pasar Festival Kuningan
Membaca Di Mana-mana
Jumat, 23 April 2010
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-10.30
Pembukaan oleh Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D.
10.30-12.00
Konferensi Pers dan Pembukaan Pameran 100 Foto Kepergok Membaca
- Mula Harahap (Tokoh Perbukuan)
- Gola Gong (Pegiat Budaya Baca)
- Clara Ng (Penulis Bacaan Anak)
- Satrio Wibowo (Penulis Remaja)
- Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D. (Kementerian Pendidikan Nasional)
13.00-15.00
Diskusi Komunitas Baca: "Berjejaring Untuk Mengembangkan Budaya Baca"
- Gola Gong (Ketua Forum TBM)
- Hikmat Kurnia (IKAPI Jakarta)
- Arfi Moenandaris (Pemimpin Redaksi Majalah Teacher's Guide)
16.00-19.00
Museum dan Buku | Oleh Museum Mandiri
19.00-21.00
Bedah Buku "Panduan Sang Petualang 47 Museum Jakarta" | Oleh Rumah Baca Zhaffa
- Edi Dimyati (Penulis Buku)
- Kartum Setiawan (Komunitas Jelajah Budaya)
Sabtu, 24 April 2010 ------------------
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-12.00
Talkshow Science "Peneliti Muda Memanfaatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia" | Oleh FOSCA (Forum of Scientist Teenagers)
- Ersania Aulyani (MAN 13 Jakarta)
- Guardhian Muhammad ( SMAN 5 Bekasi )
12.00-12.30
Role Play NZ | Oleh Britzone (Klub Bahasa Inggris di Perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional)
12.30-13.00
Role Play E-l@b | Oleh E-l@b (Klub Bahasa Inggris Untuk Remaja di library@batavia)
12.45-14.00
Pembacaan Puisi Bahasa Perancis | Oleh Parley (Klub Bahasa Perancis library@batavia)
13.00-14.30
Workshop Series “Learning by doing, make your own stories!” | Oleh Komunitas Penulisan Online Identity of Hope (Indo Hogwart)
14.30-15.00
Launching Identity of Hope (IH) – Payung dari forum komunitas menulis online IH
15.00-16.30
Putar Film the Ringers | Oleh Eorlingas (Pecinta The Lord of The Rings)
16.30-18.30
Dialog Bersama Tukang Bunga dan Burung Gagak | Oleh Komunitas Aniters
18.30-21.00
Debat Remaja "Membaca Dari Bencana" | Oleh TBA Roemah Pustaka
Minggu, 25 April 2010 -----------------------
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-13.00
Spelling Bee Competition SD-SMP | Oleh TBM Insan Bangsa dan Britzone
13.00-14.00
Ilham Obama Goes to World Book Day Indonesia | Oleh TBM Kampung Buku
14.00-15.00
Tari, Rebana, dan Puisi: Anak Rumbia Ceria | Oleh Istana Rumbia Wonosobo
15.00-17.00
Bookswap Akbar: Tukar-menukar Buku Gratis | Oleh GoodReads Indonesia
17.00-17.30
Gerak dan Lagu Rakyat | Oleh Rumah Baca WACANA Rawamangun 81
19.00-21.00
Talkshow "Genre Science Fiction di Indonesia" | Komunitas Indo-Startrek
TEMU PENULIS BACAAN ANAK ------------------------------------------------
1-2 Mei 2010 di Pasar Festival Kuningan
101 Tanda Cinta untuk Anak Kreatif Negeri Tercinta
Sabtu, 1 Mei 2010 --------
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-12.30
Launching 1: Nulis Cerpen, Yuk!
- Sokat
- Hadi Pranoto
- Cris Oetoyo
- Dwi Bobo
- Deny Wibisono
- Ilustrator*
13.00-15.30
Launching 2: Menulis Buku Aktivitas
- Koensetyawan
- Renny Yaniar
- Tedi Siswoko
- Yol Yulianto
- Nur Ayati
- Gian Sugiarto
16.00-18.00
Launching 3: Menulis Novel Anak
- Iwok
- Rike Dedew
- Imran Laha
- Kusumastuti
- Tethy Kenzo
- Ilustrator*
Minggu, 2 Mei 2010 ----------------
10.00-21.00
Pameran Foto Kepergok Membaca dan Bazar Buku Mini
10.00-12.30
Launching 4: Menulis Illustration Book
- Benny Rhamdani
- Ari Nilandari
- Nunik Utami
- Aan Wulandari
- Dian Kristiani
- Ilustrator*
*)Peserta akan mendapat buku Si Lorax karya Dr. Seuss dari Kedutaan Besar Amerika
13.00-15.30
Launching 5: Menulis Picturial Book
- Ali Muakhir
- Arleen
- Zulfairy
- Dewi ‘Icen’
- Rae Sita
- Ilustrator*
16.00-18.00
Deklarasi Forum Penulis Bacaan Anak dan Rekor MURI
_________________________________________________________
TEMU PENULIS MUDA ----------------------------------------------------
15-16 Mei 2010 di Aula Museum Mandiri Kota
Menulislah Selagi Muda
Sabtu, 15 Mei 2010 -----------------
10.00-16.00
Pameran Foto Kepergok Membaca, Bursa Naskah dan Bazar Buku Mini
10.00-12.00
Kumpul dan Curhat Penulis Muda
- Ria R. Badaria (Pemenang Khatulistiwa Award 2009 kategori Penulis Muda Berbakat)
- Aini (Penulis Kecil-kecil Punya Karya)
- Sundea (Penulis Buku Indie)
- Aulia Halim (Penulis Fiksi dan Non Fiksi)
13.00-14.00
Diskusi Buku Cruise On You
- Margareta Astaman
- Jia Effendi
13.00-16.00
Nonton Bareng Film "Oeroeg": Obrolan Buku "Oeroeg" dan "Burung-Burung Manyar" (Di Ruang Orientasi) | Oleh GoodReads Indonesia
14.00-16.00
Diskusi The Chronicles Of Willy Flarkies karya Satrio Wibowo | Oleh Kurnia Esa
Minggu, 16 Mei 2010 --------------
10.00-16.00
Pameran Foto Kepergok Membaca, Bursa Naskah dan Bazar Buku Mini
10.00-12.00
Talkshow Bersama Penerbit: "Dicari! Penulis Muda Berbakat"
- Yuni (Sygma)
- Nita (Karunia Esa)
- Novera Kresnawati (GPU)
- Jia Effendie (Penerbit Atria)
13.00-15.00
Hermesian: Saat Lisan Melangkah, Tulisan Mampu Berlari | Oleh The Hermes (Komunitas Penulisan)
- Music Bluesummer
- Talkshow Karya Hermes: Adriana, Hermes For Charity, Emagz Hermes in Love
- Pembacaan Puisi
- Pembagian CD E-Magz gratis
13.00-15.00
Pemutaran Film Winnetou III: Winnetou Gugur (1965) | Oleh Paguyuban Karl May Indonesia
Friday, April 16, 2010
Sebentuk rasa yang tidak terungkap (Tahu Campur P.Iwan-Malang)
Posting kali ini lebih dikarenakan iri dengan teman-teman yang rajin banget posting di blognya. Padahal kadang yang di posting hanya hal yg remeh temeh, tapi mungkin dari yang remeh temeh ini orang menemukan sesuatu yang berbeda.
Yah, pada akhirnya sih ada bagusnya juga, aku jadi ada pemicu untuk kembali mengisi blog yang memang sangat suka-suka aku isi.
Ini gambar-gambar left over dari kunjungan terakhirku ke Malang. Tentang sesuatu yang remeh temeh mungkin bagi sebagian orang, tapi kubilang cuku unik, karena cuma ada di Malang.
Posisi tempat mangkal tahu campur inipun aku sudah lupa, next time aku janji akan melengkapi. Sebuah tempat makan yang sederhana, yang kuhampiri saat kembali dari berkeliling Kota Malang mencari tempat-tempat yang bisa dijadikan tujuan "City Tour"
Bagi anda yang secara tidak sengaja menemukan Warung Tenda Tahu Campur Pak Iwan ketika berkeliling Malang, jangan ragu untuk mampir. Anda akan dikagetkan dengan suatu sensasi rasa yang berbeda. Kalau di Jawa Barat agak mirip dengan Toge Goreng sebetulnya, tapi rasanya berbeda. Racikan yang terdiri dari Tahu, Mie dan beberapa jenis sayuran lalu disiram dengan bumbu khusus yang rasanya agak seperti bumbu tauco, tapi tidak serupa. Yah, untuk lebih pastinya, silahkan mencoba...


Poto 1&2 diambil oleh saya sendiri
Yah, pada akhirnya sih ada bagusnya juga, aku jadi ada pemicu untuk kembali mengisi blog yang memang sangat suka-suka aku isi.
Ini gambar-gambar left over dari kunjungan terakhirku ke Malang. Tentang sesuatu yang remeh temeh mungkin bagi sebagian orang, tapi kubilang cuku unik, karena cuma ada di Malang.
Posisi tempat mangkal tahu campur inipun aku sudah lupa, next time aku janji akan melengkapi. Sebuah tempat makan yang sederhana, yang kuhampiri saat kembali dari berkeliling Kota Malang mencari tempat-tempat yang bisa dijadikan tujuan "City Tour"
Bagi anda yang secara tidak sengaja menemukan Warung Tenda Tahu Campur Pak Iwan ketika berkeliling Malang, jangan ragu untuk mampir. Anda akan dikagetkan dengan suatu sensasi rasa yang berbeda. Kalau di Jawa Barat agak mirip dengan Toge Goreng sebetulnya, tapi rasanya berbeda. Racikan yang terdiri dari Tahu, Mie dan beberapa jenis sayuran lalu disiram dengan bumbu khusus yang rasanya agak seperti bumbu tauco, tapi tidak serupa. Yah, untuk lebih pastinya, silahkan mencoba...
Poto 1&2 diambil oleh saya sendiri
Sunday, February 21, 2010
Arboretum Sumber Brantas

Kunjungan ke Malang kali ini cukup panjang waktunya. Hari pertama aku mengunjungi Arboretum Sumber Brantas yang berada di bawah pengelolaan Jasa Tirta 2.
Definisi Arboretum berdasar wikipedia.
"An arboretum is a collection of trees. Related collections include a fruticetum (from the Latin frutex, meaning shrub), and a viticetum, a collection of vines. More commonly today, an arboretum is a botanical garden containing living collections of woody plants intended at least partly for scientific study. An arboretum specialising in growing conifers is known as a pinetum.
Kalau pengertian dari wikipedia Indonesia adalah sbb,
"Arboretum adalah semacam kebun botani yang mengkoleksi pepohonan. Kebun botani (atau taman botani) adalah suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan koleksi, penelitian, dan konservasi ex-situ (di luar habitat). Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung."
Arboretum Sumber Brantas terletak lebih kurang 18 km sebelah utara kota Batu tepatnya di Dukuh Sumber Brantas, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu; dan merupakan lokasi salah satu mata air Kali Brantas yang selanjutnya mengalir melalui kota Malang, Blitar, Kediri, Jombang, Mojokerto, Surabaya dan bermuara di selat Madura.
Arboretum Sumber Brantas terletak di sebelah timur kaki Gunung Anjasmoro, dengan gambaran secara umum sebagai berikut : Ketinggian : ±1.500 m (dpl), Curah hujan rata-rata : ± 2.500 mm/thn, Temperatur harian rata-rata : 10,22 o C, Debit mata air rata-rata : 2,5 liter/det, Luas Arboretum : ± 12 Ha, Jenis tanah : andosol dengan tekstur debu dan strukturnya remah, solum tebal, sifat tanah : agak asam.
Lokasi berada pada jalur jalan provinsi yang menghubungkan kota Batu dan Pacet Kabupaten Mojokerto dan sekarang adalah jalur alternative Malang - Surabaya.
Berdekatan dengan taman wisata air panas Cangar.
Lokasi yang cukup tingg ini membuat Arboretum ini memiliki iklim lokal yang cukup dingin, ini membuat saya sangat betah. Kehijauan dan kesejukan yang ditawarkan sangat membuat pengunjung ingin berlama-lama menikmatinya.
Jumlah pohon yang telah ditanam di Arboretum sampai dengan saat ini telah mencapai lebih kurang 3.200 pohon, dengan jenis-jenis tanaman sebagai berikut : Kaju manis (Cinnanonum burmanii), Kayu Putih (Eucalyptus sp), Gagar (Fraxinus griffiti), Cemara duri (Araucaria sp), Cemara gunung (Casuarina junghuhniana), Kina (Chinchona sp.), Cempaka/Locari (Michelia champaka), Sengon (Paraserianthes falcataria), Pinus (Pinus merkusii), Elo (Ficus glomerata), Klampok (Eugenia sp.), Pule (Alstonia sp.), Beringin (Ficus benjamina), Dadap Duri (Erythrina sp ), Bendo (Entada phaseoloides), Dadap minyak (Erythrina sp.), Klerek(Curciligo sp), Mahoni (Swietenia mahagoni), Mindi (Melia azedarachta), Salam (Eugenia polyantha), Tarena (Tarenna laxiflora), Wadang (Pterospermum javanicum), Damar (Agathis alba), Kemi (Aleurites moluccana), Bottle brush (Callistemon sp), Cannon ball (Couroupita geuanensis), Kokrok (Curciligo archioides), Kesek tanjang (Dodoneae angustifolia), Juwet (Eugenia cumini), Ketapang (Ficus pandurata), Tanjung (Mimusop elengi), Apokat (Persea americana), Puspa (Schima noronhae), Suren (Toona sureni), dan lain-lain.
Aku yang memang tidak terlalu paham dengan flora cukup senang bisa memandangi kehijauan dan juga warna-warni bungan yang terhampar di depan mata. Jalan setapak dari semen yang sudah dipenuhi lumut hijau juga membuatku terpana. Semuanya sangat memanjakan mata dan menyejukkan hati.
Akupun berjanji dalam hati untuk selalu membawa kehijauan dan kesejukan arboretum ini dimanapun ku berada.
photo 2: Jogging Track by Yudi
photo 1: Maket Arboretum, koleksi
photo 3: Dandelion, by yudi
photo 4+5: area arboretum
"
Labels:
arboretum,
malang,
sumber brantas,
things you see
Thursday, January 14, 2010
Hari lahir...

Hujan yang terus menderas di kota kecilku... mengiringi jelang 30 tahunku... alam seperti mengerti betapa ku mencintai hujan, agak paradoks karena ku juga sangat menyukai senja... senja tidak akan mempersembahkan tarian jingganya bila hujan mengguyur tentunya...
Tapi, rasa syukurku tak menyurut... ketika jiwa-jiwa menyapaku dengan kata-kata selamat... apa sebetulnya yang ingin mereka sampaikan dengan ucapan selamat itu??
Bukankah harusnya yang ada adalah ucapan berduka, dimana umurku makin berkurang?
Tapi, normalnya hari kelahiran dirayakan dengan bahagia... bukan begitu?
Bahagia karena apa? bukankah makin sedikit waktu kita di dunia ini dengan bertambahnya umur? Bukankah makin sedikit waktu yg kita miliki untuk menikmati hidup? itu juga kalau kita diberikan anugrah untuk bisa menikmati hidup, karena terus terang sulit sekali untuk melakukannya. Kalau teman-teman ada yg punya rumus bagaimana menikmati hidup, silahkan aku diberikan penerangan...
Tapi, semua ucapan itu adalah doá, dimana akan terangkai dan menyatu dengan alam semesta... aku merasa tidak pantas mendapatkannya... tapi berharap doa-doa itu akan mengkristal dan menjelma..
terima kasih semuanya...
Hari ini agak lebih spesial dari hari-hari kelahiranku sebelumnya... bagiku...
Karena kini aku agak lebih tersadar untuk "hidup"
Loh, apakah selama ini ku merasa tidak hidup? Bagaimana memang seharusnya manusia memahami hidup? setelah bisa memahami bagaimana menjalani hidup itu sendiri? Halah... makin bingung jadinya...
Ku juga memberanikan diri untuk berjanji pada diriku untuk membahagiakan diriku. Itu kulakukan karena selama ini ku sangat kurang membuat diriku bahagia. Masih sering terdengar keluhan-keluhan keluar dari mulutku, masih sering tubuhku tersakiti karena kelalaianku. Tubuh yang cuma pinjaman ini, yang harus dirawat dan dijaga sangat sering tidak kuperhatikan. Belum lagi jiwa rapuh yang dipaksa untuk menjadi "äku". Sudah lama aku tidak mengajaknya berdialog untuk membuat keputusan-keputusan dalam hidupku. Aku terlalu egois dan naif, merasa bahwa aku mampu dan kuat.
Pada akhirnya adalah aku kelelahan...
Ku berjanji untuk menjadikan diriku "ütuh", tidak lagi hanya fragmen-fragmen yang lusuh dan tak berbentuk...
Hujan masih saja menderas... malam mengulung... dingin menelusup...
biarlah tubuhku basah... beku... malam ini...
biarlah jiwaku merapat... gigil... ... malam ini...
bersatulah... berpeluklah...
sinar mentari akan membangunkanmu...
alam akan menyadarkanmu...
dan kita akan hidup.... sekali lagi...
kali ini harus berarti...

~Bogor, 14 jan 2010~
photo 1 & 2: taken from google
Wednesday, January 13, 2010
Dalam Doa

Aku mencintainya Tuhan
karenanya aku membebaskan dirinya
Kubiarkan dia membubung
melewati batas langit tertinggi
Kubiarkan dia menyelam
Melewati batas lubuk terdalam
Aku mencintainya Tuhan
karenanya berikan aku kekuatan
untuk membebaskan diriku
dari segala rasa yang membakarku
Berikan kesabaran
untuk memberikan diriku kesempatan dicintai juga olehnya
Aku mencintainya Tuhan
Karenanya berikan kami waktu
untuk sama-sama menyadari arti diri
Berikan kami kejujuran
agar tak saling menyakiti
Berikan kami keikhlasan
agar tak saling mengikat hati
Aku mencintainya Tuhan
Karenanya berikan dia keberanian untuk menghadapi yang tanda Tanya
Berikan dia pemahaman bahwa malam akan menjadi indah bila bulan meneranginya
Bahwa mawar mempunyai duri yang melindunginya
Bahwa rumput liar mempunyai embun yang menyegarkannya
Bahwa ombak mempunyai pantai yang menyambutnya
Bahwa dibalik hitam ada putih yang menyempurnakannya
Tapi sesungguhnya, ya Tuhanku
Cinta adalah milik-Mu seorang
Maka aku bersimpuh dihadapan-Mu, memohon pada-Mu
untuk memberikan sepotong cinta
dan membagi belahannya Padaku dan Padanya
~suatu masa ketika cinta menyapa~

Puisi ini selalu kubaca pada hari kelahiranku. Tadinya kupikir puisi ini tentang seorang laki-laki yang pernah kucintai, tapi ternyata puisi ini adalah tentang "cinta". Cinta menurut versiku tentunya.
Hari ini kucapai angka 30 pada umurku. Wow! I kinda feel old... but what is age compare to life that we live?

Pastinya di tiap hari ulang tahun kita akan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan, pilihan-pilihan ataupun janji2 yang telah kita buat baik pada diri kita sendiri maupun pada org lain. Aku sendiri sebelumnya selalu merasa resah ketika hari kelahiranku akan menjelang. Merasa masih berhutang pada diri sendiri karena ada hal-hal yang belum bisa tercapai ketika usia makin bertambah.
Kali ini semua agak sedikit berbeda. Mungkin karena sebagai manusia aku sudah sedikit naik kelas dari segi kematangan dan kedewasaan, semoga...
Kali ini ku merasa lebih tenang dan santai. Tidak ada rasa seperti diburu atau keresahan karena kegagalan2 yang kualami.


Hari kelahiran yang kulewati dengan sederhana. Dimulai dengan telepon dari yang tersayang tepat saat jam bergeser dari pukul 12 malam tadi. Ucapan selamat dengan disertai doa sederhana, semoga ku tetap sehat & bahagia, serta kita tetap bisa sama-sama pada masa-masa yg akan datang... Tak lupa akupun mengirimkan doa pada sang Pencipta untuk apa-apa yang kuharapkan.
Pagi-paginya kubuka Facebook yang sudah berisi banyak sekali ucapan selamat dari teman-temanku. Memang efektif sekali site ini utk mempraktiskan banyak hal. Terharu... lalu datang telpon dari salah satu karibku, Dway, mengucapkan selamat yg diteruskan dengan obrolan panjang... haha... selalu begitu kalo sama dia memang.
Diakhiri dengan janji dia akan mengunjungiku ke Bogor...
Maka selesai sudah ceremony hari lahirku yang ke 30 ini.
Rasa syukurku untuk semua hal yang telah dilimpahkan pada diriku. Keluarga yang sehat dan selalu dalam lindungan-Nya, teman-teman yang peduli dan menyayangiku, seorang kekasih yang sangat mencintaiku... Dengan itu semua, aku bisa katakan bahwa hidupku pada dasarnya bahagia. Semoga ku bisa menikmati kebahagiaan ini. Amin...
~photo 1: me & mike @ Ngliyep beach
~photo 2: me panning left (photo by: Mba Dian-Malang)
~photo 3: me, Nita, Hera, Awin @ Langkawi-MY
~photo 4: me & tita @Train in KL-MY
~photo 5: me & 1001buku friends @Kebalen
Labels:
birthday,
friendship,
piece of my soul,
story you could tell
Wednesday, December 30, 2009
New years is ahead... HAPPY NEW YEAR...!!!
Tuesday, December 29, 2009
“There are memories & there are places
There are warms feeling & there are people
But, sometimes in life…
We come by something that has all of these in one
Something that makes us feel good
Something we always want to come back to
Something we can call “Paradiso”
Tahun ini adalah tahun yang begitu berarti buatku. Bukannya ingin melemahkan arti tahun2 lainnya.
Di Tahun ini genap setahun aku merajut harapan bersama seorang laki-laki yang begitu sempurna untukku. Sempurna bukan berarti tanpa hambatan dan tantangan. Hubungan yang dibangun dari kesadaran diri akan kekurangan dan kekaguman akan satu sama lain. Hubungan yang dimulai dari langkah pertama dan terus berlanjut ke langkah-langkah berikut yang begitu sarat makna. Walaupun perjalanan kami belum sampai pada tujuan, tapi kami menikmati tiap-tiap detiknya.
Tahun ini juga merupakan tahun yang cukup berat dalam pekerjaanku. Pekerjaan yang cukup kusukai sebetulnya. Tapi, ketika semua harus berbenturan dengan system yang belum tertata, organisasi yang kurang baik komunikasinya dan hal-hal lain yang tidak dapat aku toleransi lagi. Hal ini cukup membuat syaraf-syaraf otak dan ketenangan jiwa yang sangat kuinginkan terjaga menjadi sangat terganggu. Kalau orang bilang “bikin stress”.
Ketika himpitan pekerjaan ini membuatku ingin meledak, aku mengirimkan sms ke seorang kerabat di Malang yang berisi keinginanku untuk mendapatkan masa menenangkan diri. Aku mendapatkan sms jawaban yang berbunyi,
“Sudah, ga usah pake mikir, berangkat aja sekarang, ga usahmikir akomodasi selama di Malang.”
Ada rasa haru dalam dada, menyadari bahwa masih ada kerabat yang peduli dan memahami kesusahanku. Kuakui bahwa selama aku bekerja di Bogor aku memang sangat jarang aktif dalam komunitas yang selama ini memang menjadi salah satu balance dalam keseharianku. Terjerat dalam rutinitas yang cukup intens baik secara fisik maupun mental membuatku kelelahan. Aku menyadari terjadi perubahan dalam diriku yang bagiku sangat tidak baik.
Setelah mengabarkan ke sayangku yang tengah liputan di timur Kalimantan, akupun mulai mencari tiket. Inginnya masih dapat tiket pesawat, tetapi ternyata sudah habis. Aku cek Gajayana tiketnya melambung ke angka 370rb, mungkin karena long weekend. Hampir saja rencanaku gagal, kalau tidak karena kawan yang secara tidak sengaja kontak bersedia menemaniku naik kereta ekonomi Matar Maja.
Maka meluncurlah kami ke Malang ari stasiun Senen pukul 14.00 dengan sarana angkutan rakyat. Sebetulnya angkutan kereta ini bisa dibilang cukup untuk kami yang terbiasa backpacking dan menempatkan kenyamanan di nomer sekian dalam perjalanan yg kami lakukan. Mendapatkan gerbong paling belakang menyatu dengan penumpang-penumpang lain yg kebanyakan adalah pekerja kasar di Jakarta. Pastinya bisa dibayangkan bagaimana mereka memperlakukan kereta murah meriah ini (harga karcisnya Rp.51.000,-). Mereka makan, merokok, tidur, pokonya semuanya bisa dilakukan dengan merdeka di dalam gerbong kereta. Belum lagi pedagang asongan yang lalu lalang menjajakan jualannya dari makanan kecil, kopi, pop mie, sampai ke kipas, penganan utk oleh2, pipa rokok, pokoknya komplit deh.
Pengennya sih bisa istirahat selama perjalanan, tapi dengan begitu banyak gangguan, maka Cuma tidur-tidur ayam yg bisa kulakukan. Berbeda dengan teman seperjalananku yang memang cukup bisa membiasakan diri untuk tidur dimanapun dan dalam kondisi apapun. Saya cukup iri melihat dia dapat tidur dengan enaknya.
Dua hari liburan di Malang kami isi dengan ngopi, ngobrol-ngobrol ringan, bertemu kawan-kawan, menikmati sunrise di Bromo, ngopi sambil kongkow lagi. Memang inilah yang kuharapkan untuk liburan kali ini. A real getaway dari segala kelelahan yang kurasakan. Kami sangat menikmati liburan yang begitu santai dan tidak ter-jadwal ini. Yang terpenting adalah menghabiskan waktu bersama kerabat sambil menikmati suasana Malang yang tenang dan pemandangan alam Bromo yang sedang hijau-hijaunya.
Kembali ke Jakarta-bogor aku merasakan cukup fresh dan sepertinya siap untuk menghadapi rutinitas ku kembali. Tapi ternyata setelah kembali ke kantor segala ketidak nyamanan itu kembali menyergapku. Apakah memang sudah waktunya aku untuk mengembangkan sayapku dan terbang ke tempat lain?
Labels:
bromo,
friendship,
malang,
story you could tell
Friday, November 13, 2009
Cinta Sebening Embun...

Pernahkah engkau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan?
Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan?
Selama (selama) musim belum bergulir
Masih ada waktu (ada waktu) saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun mulai deras mengalir (kasih pun deras mengalir)
cemerlang sebening embun
(na na na na na na na na)
Pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan?
Selama (selama) musim belum bergulir
Masih ada waktu (ada waktu) saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu (ada waktu) saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun mulai deras mengalir (kasih pun deras mengalir)
cemerlang sebening embun
Song & Lyric: Ebiet G Ade
Photo: from google
Monday, November 9, 2009
Forever Love...

Niatnya kuingin lembur malam ini untuk menghadapi meeting Rabu besok. Sampai Kosan kubuka laptop, cek imel & pasang status FB sambil diiringi Kenny G "Love Collection" album. Pas sampai di Forever in Love kok tiba-tiba aku jadi terhanyut dengan lamunanku sendiri. Sepertinya irama lagu itu membuatku untuk mengingatmu. Kamu yang setahun ini mengisi hari-hariku. Kamu yang saat ini menjadi begitu berarti menempati hatiku. Kamu yang sempat membuatku ketakutan setengah mati. Kamu yang membuatku mempertanyakan arah hidupku.
Aku yang selama ini tidak pernah menemukan keyakinan untuk menapaki siklus hidup yang berjudul "membina rumah tangga" seperti disodorkan kenyataan bahwa aku harus melakukannya. Kamu yang mengingatkanku bahwa aku memerlukan seorang lelaki sebagai pendamping hidupku. Kamu membuatku lemah dalam ketegaranku, kuat dalam kerapuhanku. Kamu membuatku menangis saat bahagia, tertawa saat sedih melanda. Kamu membuatku meneteskan airmata tapi menyadarkanku bahwa itu adalah airmata yang datang dari cinta. Dengan tanpa ampun kamu membakar ego yang membatu karena tempaan hidup dalam dadaku, sehingga akupun luruh dalam kesadaran bahwa takdirku adalah seorang perempuan.
Ketika ku berfikir bahwa kehidupan percintaan bukanlah untukku, Tuhan mempertemukanku denganmu. Perkenalan yang bersahaja, kekaguman yang tulus, kasih yang terajut begitu halus membuatku bersimpuh dalam syukur yang begitu dalam. Keindahan dalam kesederhanaan cinta yang kamu persembahkan membuatku sering termangu apakah aku berhak akan semua ini.
Akupun teringat sebuah puisi dari Almarhum aktivis dan penikmat alam yang kita sama-sama kagumi,
Senja ini, ketika matahari turun ke dalam jurang-jurang mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku
aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya
“tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah
dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup
Gie ~ Jakarta 19-7-1966
"aku terima kau dalam keberadaanmu, seperti kau terima daku...", just that simple!!!.
Kamu membuatku mengerti bahwa cinta itu tidak perlu rumit. Cinta itu adalah menerima seutuhnya. Kamu menawarkan sebuah kenyataan bahwa cinta itu tidaklah mudah, tapi setelah segala kesulitan, kesedihan, ketidakpastian, kita akan diberikan sebuah anugerah yang tidak ternilai harganya. Sebuah kebersamaan yang sederhana tapi memiliki nilai "ilahi".
Kutahu jalan kita baru saja terbuka, lembaran cerita kita baru sampai pada "once upon a time", tapi biarkanlah ku berharap kita akan sampai pada bagian "and they live happily ever after". Semoga ini adalah doa kita bersama. Terima kasih Tuhan.
Bogor, 9 Nov 2009
Friday, September 25, 2009
Where is the love???
Just kinda remember this particular song...
kinda hope human kind stil remember that we have to hold on to the love we had...
What's wrong with the world, mama
People livin' like they ain't got no mamas
I think the whole world addicted to the drama
Only attracted to things that'll bring you trauma
Overseas, yeah, we try to stop terrorism
But we still got terrorists here livin'
In the USA, the big CIA
The Bloods and The Crips and the KKK
But if you only have love for your own race
Then you only leave space to discriminate
And to discriminate only generates hate
And when you hate then you're bound to get irate, yeah
Madness is what you demonstrate
And that's exactly how anger works and operates
Man, you gotta have love just to set it straight
Take control of your mind and meditate
Let your soul gravitate to the love, y'all, y'all
People killin', people dyin'
Children hurt and hear them cryin'
Can you practice what you preach
Would you turn the other cheek
Father, Father, Father help us
Send some guidance from above
'Cause people got me, got me questionin'
Where is the love (Love)
Where is the love (The love)
Where is the love (The love)
Where is the love
The love, the love
It just ain't the same, always unchanged
New days are strange, is the world insane
If love and peace is so strong
Why are there pieces of love that don't belong
Nations droppin' bombs
Chemical gasses fillin' lungs of little ones
With ongoin' sufferin' as the youth die young
So ask yourself is the lovin' really gone
So I could ask myself really what is goin' wrong
In this world that we livin' in people keep on givin'
in
Makin' wrong decisions, only visions of them dividends
Not respectin' each other, deny thy brother
A war is goin' on but the reason's undercover
The truth is kept secret, it's swept under the rug
If you never know truth then you never know love
Where's the love, y'all, come on (I don't know)
Where's the truth, y'all, come on (I don't know)
Where's the love, y'all
People killin', people dyin'
Children hurt and hear them cryin'
Can you practice what you preach
Would you turn the other cheek
Father, Father, Father help us
Send some guidance from above
'Cause people got me, got me questionin'
Where is the love (Love)
Where is the love (The love)
Where is the love (The love)
Where is the love
The love, the love
I feel the weight of the world on my shoulder
As I'm gettin' older, y'all, people gets colder
Most of us only care about money makin'
Selfishness got us followin' the wrong direction
Wrong information always shown by the media
Negative images is the main criteria
Infecting the young minds faster than bacteria
Kids wanna act like what they see in the cinema
Yo', whatever happened to the values of humanity
Whatever happened to the fairness in equality
Instead in spreading love we spreading animosity
Lack of understanding, leading lives away from unity
That's the reason why sometimes I'm feelin' under
That's the reason why sometimes I'm feelin' down
There's no wonder why sometimes I'm feelin' under
Gotta keep my faith alive til love is found
Now ask yourself
Where is the love
Where is the love
Where is the love
Father, Father, Father help us
Send some guidance from above
'Cause people got me, got me questionin'
Where is the love
Now sing with me ya'll (one world, one world)
We only got (one world, one world)
That's all we got (one world, one world)
And something's wrong with it (yea)
Something's wrong with it (yea)
Something's wrong with the w-w-world
We only got (one world, one world)
That's all we got (one world, one world)
~BLACK EYE PEAS~
kinda hope human kind stil remember that we have to hold on to the love we had...
What's wrong with the world, mama
People livin' like they ain't got no mamas
I think the whole world addicted to the drama
Only attracted to things that'll bring you trauma
Overseas, yeah, we try to stop terrorism
But we still got terrorists here livin'
In the USA, the big CIA
The Bloods and The Crips and the KKK
But if you only have love for your own race
Then you only leave space to discriminate
And to discriminate only generates hate
And when you hate then you're bound to get irate, yeah
Madness is what you demonstrate
And that's exactly how anger works and operates
Man, you gotta have love just to set it straight
Take control of your mind and meditate
Let your soul gravitate to the love, y'all, y'all
People killin', people dyin'
Children hurt and hear them cryin'
Can you practice what you preach
Would you turn the other cheek
Father, Father, Father help us
Send some guidance from above
'Cause people got me, got me questionin'
Where is the love (Love)
Where is the love (The love)
Where is the love (The love)
Where is the love
The love, the love
It just ain't the same, always unchanged
New days are strange, is the world insane
If love and peace is so strong
Why are there pieces of love that don't belong
Nations droppin' bombs
Chemical gasses fillin' lungs of little ones
With ongoin' sufferin' as the youth die young
So ask yourself is the lovin' really gone
So I could ask myself really what is goin' wrong
In this world that we livin' in people keep on givin'
in
Makin' wrong decisions, only visions of them dividends
Not respectin' each other, deny thy brother
A war is goin' on but the reason's undercover
The truth is kept secret, it's swept under the rug
If you never know truth then you never know love
Where's the love, y'all, come on (I don't know)
Where's the truth, y'all, come on (I don't know)
Where's the love, y'all
People killin', people dyin'
Children hurt and hear them cryin'
Can you practice what you preach
Would you turn the other cheek
Father, Father, Father help us
Send some guidance from above
'Cause people got me, got me questionin'
Where is the love (Love)
Where is the love (The love)
Where is the love (The love)
Where is the love
The love, the love
I feel the weight of the world on my shoulder
As I'm gettin' older, y'all, people gets colder
Most of us only care about money makin'
Selfishness got us followin' the wrong direction
Wrong information always shown by the media
Negative images is the main criteria
Infecting the young minds faster than bacteria
Kids wanna act like what they see in the cinema
Yo', whatever happened to the values of humanity
Whatever happened to the fairness in equality
Instead in spreading love we spreading animosity
Lack of understanding, leading lives away from unity
That's the reason why sometimes I'm feelin' under
That's the reason why sometimes I'm feelin' down
There's no wonder why sometimes I'm feelin' under
Gotta keep my faith alive til love is found
Now ask yourself
Where is the love
Where is the love
Where is the love
Father, Father, Father help us
Send some guidance from above
'Cause people got me, got me questionin'
Where is the love
Now sing with me ya'll (one world, one world)
We only got (one world, one world)
That's all we got (one world, one world)
And something's wrong with it (yea)
Something's wrong with it (yea)
Something's wrong with the w-w-world
We only got (one world, one world)
That's all we got (one world, one world)
~BLACK EYE PEAS~
Thursday, August 13, 2009
Rendra: Going against the tide

By: Anand Khrishna, Jakarta Post Aug.8, 2009
My first and last meeting with W.S Rendra took place not long after The Jakarta Post carried an exclusive interview on the great poet on Nov. 12, 2005. I was then invited by a friend to talk about national integration and Pancasila the state ideology.
Rendra was seated with others in the audience; an d listened to me attentively. After I finished my talk our host introduced us. Rendra was very informal, “Bung” meaning “brother”, “you are going against the tide. Nobody cares about Pancasila anymore. What can you do?”
I said, “I learnt the art (of going against the norm) from you.”
He remained silent for a while, and then nodded, “Yes, yes, yes, we have to go on. Don’t we?”
We discussed many things, and I could feel his restlessness. At the same time, he was also surprisingly hopeful. What a man! He was a perfect blend of tragic poet and dynamic activist, restless and yet hopeful.
I was truly impressed.
Here was a man who dared to go against the tide. He lived life on his own terms. He was not ashamed of his lust and passion, at the same time he did not stop at that. He was clearly trying to transcend them.
“When I hear people talking about my possessions, I tell them that I am but only a trustee.”
In the next few lines, he lists out all his possessions, the movable and the immovable.
“But, why have I been entrusted with all these things? Why di I grieve when something that has been entrusted to me is taken back by the rightful owner?”
Rendra, who was born a Christian in Surakarta (Central Java), on Nov.7, 1935, died a Muslim in Depok (West Java), on Aug.6, 2009. He lived to ne as human as possible.
When I heard about his death from a friend, I sighed, “One more loss.”
Two days earlier, we had lost Mbah Surip, another great artist and a humble man, a down- to- earth person.
Alas, Mbah Surip and now Mas Rendra. But, then I remembered the poet’s lines.
“Why di I grieve when something that has been entrusted to me is taken back by the rightful owner?”
I can almost hear Mas Rendra reciting the next lines in that verse. “Why di I consider it a calamity? Why do I call it test?”
Rendra was a poet, a genius at that, but more than a poet, he was a man of integrity. He was a man of courage.
Rendra complained about our system of government, which he believed was a continuation of the Dutch colonial system. “Through poems I criticize development that does not benefit the people and that ignores social and cultural issues.
“It is normal for a colonial ruler to ignore those aspects, but after independence we have to work on the social and cultural aspects.”
One of Rendra’s core beliefs was that when a nation forgets its social and cultural values, moral decadence cannot be avoided.
“I mustr enlighten the people. Anytime there is moral decadence, poets have to react.”
“If there is natural devastation, poets have to react. If there is failure in the government, many poets say that it is not their business. I do not agree.”
Here it is not Rendra the poet speaking, but Rendra the activist.
During President Soeharto’s governance, Rendra was often threatening and detained for expressing his thoughts on the government through his poems and dramas. Undeterred, he continued promoting his beliefs through his work, despite that hardship.
When Rendra was asked about his support for Nurmahmudi, the Major of depok and a member of the prosperous Justice Party (PKS), he said:
“ [I] support Nurmahmudi not because I am a member of PKS. It is impossible for me to join PKS. For me, PKS is a party with an unclear platform.”
PKS was not the only political party targeted by Rendra, who constantly lamented that not a single party had reacted to an increase in politicians’ salaries when the majority of Indonesians live below the poverty line.
Nurmahmudi was notorious for canceling a building permit for a church that was be built in Depok. I am not sure whether Rendra ever raised this issue with the Depok Mayor.
Rendra was very much concerned about the rights of minority groups.
“There was a Christian family who was expelled from their house for organizing a prayer (meeting). I often organize prayers at home peacefully. Does it mean that a Muslim is allowed to organize a prayer and others are not allowed?”
Mas Rendra, soon we will be celebrating our national day, albeit without you, and without Mbah Surip this year. We will miss you. But as we hoist the national flag, we shall remember your words.
“There is a hope. It is not because of the quality of the government or the political parties. It is because the young generations have started to understand social knowledge, psychology, linguistics and anthropology. There is hope.”
Monday, July 13, 2009
We shall never forget, to change our way... ( Sempu Story)

I'm Gonna Make A Change, For Once In My Life
It's Gonna Feel Real Good, Gonna Make A Difference
Gonna Make It Right . . .
I'm Starting With The Man In The Mirror
I'm Asking Him To Change His Ways
And No Message Could Have Been Any Clearer
If You Wanna Make The World A Better Place
Take A Look At Yourself, And Then Make A Change
(Lyric taken from : Michael Jackson “Man in the Mirror”)
Lets go To the beach…
Ini mungkin tema paling cocok untuk saya dalam beberapa bulan terakhir ini. Dimana tempat main saya berubah dari gunung ke pantai. Setelah bermesraan dengan Ujung Kulon saya diberi kesempatan untuk bercengkrama dengan indahnya Pulau Sempu yang disebut2 sebagai The beach-nya Indonesia. Mau Gunung, pantai, atau apapun saya akan sangat menikmati setiap perjalanan saya baik yang menyenangkan ataupun tidak.
Di dalam perjalanan yang saya lakukan saya selalu mencoba menemukan sesuatu yang baru baik dari diri saya, teman seperjalanan saya maupun dari tempat-tempat serta orang-orang yang saya temui. Semuanya adalah bagian dari perjalanan itu sendiri.
Kali ini saya dan teman-teman berkesempatan mengunjungi Cagar alam Pulau Sempu yang terletak di Kabupaten Malang bagian selatan. Saya, 2 orang teman saya dari Komunitas 1001buku, 1 orang teman SMA, dan 1 orang adik teman SMA saya yang menggantikan kakaknya berangkat naik Batavia Air sekitar jam 12 siang (terlambat 1 jam dari jadwal) dari Bandara Cengkareng. Tim cewek-cewek gagah jelita ini ditambah tim guide dari Malang yaitu mas Andi (pengelola Baung Camp di Purwodadi), mas Sigit (Bp. Guru di Malang yg juga penggiat kegiatan alam terbuka) berangkat dari Malang sekitar pukul 2 siang. Kita langsung menuju Sendang Biru yang merupakan pintu masuk ke Cagar Alam Pulau Sempu. Setelah melakukan registrasi dan melepas lelah serta melakukan kewajiban2 lainnya kami berangkat sehabis maghrib dengan menggunakan perahu nelayan. Karena keadaan sekekliling yang sudah gelap gulita, kami hanya bisa menikmati lampu2 di bagan & perahu nelayan serta bintang2 di langit malam. Perjalanan sekitar 15-20 menit dan kami sudah merapat di Pulau Sempu. Keadaan pantai sedang surut sehingga kami haru berjalan pelan-pelan menyusuri pantai memasuki hutan menuju Danau Segara Anakan tempat kami akan kemping malam ini.
Perjalanan cukup melelahkan karena dilakukan di waktu malam, tapi kami tetap melaluinya dengan hati yang riang. Untungnya teman- teman perjalanan kali ini sangat positif dan menyenangkan sehingga trekking selama hampir tiga jam bisa dilalui dengan baik. Memang sempat terjadi kejadian-kejadian yang cukup menghambat, tetapi kami semua dapat mengatasinya dengan tetap positif dan niat yang baik.
Malam itu kita lewati dengan memasang tenda, makan malam dan mengistirahatkan tubuh yang cukup lelah. Kami juga disuguhi dengan pemandangan langit yang penuh bintang yang sudah tidak bisa dinikmati di Jakarta.
Paginya, barulah kita bisa melihat keindahan segara anakan. Ini betul-betul another “piece of paradise” yang pernah ku kunjungi. Pantai pasir putih dengan kejernihan airnya yang kehijauan terlindung dari kegananasan ombak pantai selatan oleh dinding karang yang memutarinya. Airnya berasal dari karang bolong yang tak henti-hentinya menghempaskan air ke dalam danau segara anakan. Makin siang air makin pasang dan Danau Segara Anakan makin indah untuk dinikmati. Saya dan teman-teman pun tak segan menikmati semua keindahan ini sepuasnya.
Namun, ada yang membuat saya dan teman-teman sangat sedih. Danau segara anakan memiliki lahan camping yang tidak begitu besar. Hanya cukup menampung sekitar 6-10 tenda berukuran sedang. Tapi, karena akses yang sangat mudah berakibat sulitnya mengontrol keluar masuknya pengunjung disana. Dan juga kurangnya sosialisasi Pulau sempu sebagai Cagar Alam membuat pengunjung yang datang memperlakukan Pulau sempu sebagai tempat wisata biasa, bukan berarti kita bisa seenaknya di tempat-tempat wisata. Yah, semua memang kembali kepada pribadi manusianya masing-masing.
Hal-hal yang patut disayangkan saya temukan disana, seperti; timbunan sampah bekas pengunjung yang menyebabkan (perkiraan saya) berkembang biaknya sejenis serangga seperti anak kecoa kecil2 dan menjijikkan. Serangga seperti ini tidak pernah saya temukan di pantai-pantai yang relative bersih. Penuhnya pengunjung yang datang pada satu waktu membuat tidak nyaman dan kurang bisa menikmati alam dengan lebih tenang. Walaupun ada batas quota 20 orang tiap sekali kunjungan tetapi rupanya pada kenyataannya hal ini tidak dapat terealisasi.
Saya mengajak semua para penikmat alam untuk lebih peduli dan memperhatikan kesinambungan alam kita. Kita mungkin masih cukup beruntung bisa menikmatinya saat ini, tetapi akan sampai kapan keasrian dan keindahan alam kita akan bertahan? Kalau kita tidak mau peduli.
Seperti bait lagu yang dibawakan oleh King of Pop kita yang berjudul “man in the mirror” diatas….
Kita lah yang harus bertindak dan harus sekarang!!!
Sunday, July 12, 2009
Dangerously Beautiful Ujung Kulon by Fishing


Pada tanggal 29-31 Mei & 5-7 Juni, saya mendapat keberuntungan untuk mengunjungi salah satu suaka margasatwa di Pulau Jawa yang juga merupakan salah satu World Heritage. Perjalanan yang pertama saya diajak oleh MK Fishing Tour yang dimotori oleh Om Gino 7 mas Anto. Mereka adalah para pemancing yang memiliki obsesi di masa pensiunnya memilih untuk mancing dan mancing dan mancing, hehehehe... oleh karena itu mereka telah merintis dan membesarkan usaha sebagai operator wisata mancing yang masih sangat jarang di Indonesia.
It was my first time visiting Ujung Kulon and also my first to go Fishing, especially sport fishing. My fishing experience only happen in my childhood fishing small mujaer at small river at my mom's hometown.
We arrive at Sumur (last village at Ujung Kulon) by dawn and refresh ourselves while the crew loading all stuff and equipment to the boat that will take us enjoy Ujung Kulon for two days and one night. At six in the morning we all aboard the boat and headed to the sea with the morning breeze and the sunrise. We go fishing directly along the way to Pulau Peucang as we will spend the night there. We go to Tj. Senini, Tj. Layar, Karang Copong, etc to do Popping (one of the sport fishing technic). This sport fishing things was new for me, though my boyfriend already give me a bundance story and photo and video about this, but actually doing it was my first. And after awhile I actually enjoy it. It was nothing like fishing I’ve known before. It's a sport alright because you have to throw the rod and reel over & over and it was quite heavy and I have to train my selves over and over to do it right.
They also introduce me with Catch & Release in the world of Fishing. The idea was to release the fish after we catch it. It's related to have a sustainable Fishing Tourism and to protect the fish from over fishing. I definitely like the idea, as I also not really like to have this 50cm length fish on my dish. It's just not my kind of cuisine.
After having lunch on board with ABK cooking meals that really taste Delicious. It's not just because the scenery and the place and the fact that I was starving. The meals is really was delicious. Two thumbs up for the cook (this actually becoming an issue for me, as my boyfriend give the credit for the cook more than he give for me, hahaha...), well, that's fine as I'm not much of a cook my selves). Well, after having lunch we docking by noon at Peucang Island to have the night rest. Our bodies were aching after having so much throwing at Popping but our hearts were content. We can't wait the morning to give our best at all the GT (giant trevally fish) at Ujung Kulon.
The first journey at the end of May was MK internal Fishing Training. It was more personal and I really enjoy the whole trip. I also have the chance to visit Kr. Jajar, the favorite spot to do Popping. The wave is high enough for me. I barely could stand on my feet. The funny part is all my friends are calmly doing popping as I try my best just to stand on my feet. It was iritating for me... But, the view is spectacular as I saw line of magnificent rocks along the strait. It has hypnotic effect for me.
The Second trip was My company trip with few clients. It was a bit crowded but still enjoyable for me.
Ujung kulon adalah salah satu tempat yang sudah lama ingin aku datangi, tetapi masih belum mendapatkan kesempatan. Ketika kesempatan itu datang tidak hanya sekali tapi langsung 2 kali berturut-turut. Wow!! Betapa beruntungnya aku.
Ujung Kulon bukan hanya tempat untuk Wisata Mancing tetapi sebetulnya dia sudah sangat dikenal untuk Wisata ekologi nya dimana disinilah tempat Badak yang paling dilindungi di dunia yaitu Badak Bercula satu berada. Kita bisa trekking, swimming, snorkling, diving dan aktivitas lainnya yang dapat kita lakukan. Aku tidak habis-habisnya mengucapkan syukur bahwa Ujung Kulon masih bisa bertahan dan terawat relatif baik dibanding tempat-tempat wisata alam lainnya yang banyak sekali tidak bis abertahan karena ketidak pedulian manusia.
Saya mendengar bahwa ikan di perairan Ujung Kulon tidak lagi sebanyak 5-10 tahun yang lalu. Semoga menjadi tanggung jawab kita semua untuk tetap menjaganya. Karena saya dan pasti kita semua ingin agar anak cucu kita masih dapat menikmatinya seperti kita. It was definitely dangerously beautiful Ujung kulon, a piece of paradise at the western end of Java.
for detail info, check this link: www.mkfishintour.com
Saturday, July 11, 2009
Between politics, faith and sex by Anand Krishna
*Anand Krishna* , Jakarta post | Tue, 05/19/2009 10:00 AM | Opinion
While reading Friday’s Jakarta Post, a visiting friend remarked we were “a
funny” country. Perhaps he was trying to use a milder term for something
else. His remark came after reading an item concerning Prosperous Justice
Party (PKS) chairperson Tifatul Sembiring’s views on Bank of Indonesia’s
Governor, Boediono, as the running mate of Susilo Bambang Yudhoyono for his
next term in the office as president.
The second piece of news was about another equally “funny” article about the
requirement for a female presidential candidate to avoid having sex for ten
days.
Tifatul Sembiring is not very comfortable with Governor Boediono’s faith and
says, as quoted by this paper, “Boediono has never been seen speaking to
Muslim masses.”
So, although he regularly attends Friday prayers in the mosque, he is still
considered that not sufficiently Muslim”.
What is more “funny” is that according to Sembiring’s statement, his
constituents see Boediono as a nationalist, which is not a proper
representation of Islam.
The question is; what then is the proper representation of Islam? Another
more important question is; can Muslims be not nationalists at the same
time?
What equally bothers me is whether the Christians, or Hindus, or Buddhists
have any chance to be a vice president of this country. Where is this
country leading to?
The former president of Prosperous Justice Party, Hidayat Nurwahid, who now
chairs the People’s Consultative Assembly (MPR), made a statement awhile
ago that he had received several SMSs saying that he was against national
unity (NKRI) and the national ideology based on the principle of Bhinneka
Tunggal Ika (Unity in Diversity).
Hidayat denied all these allegations. It is now high time that he makes it
clear what is his
understanding of Unity in Diversity in view of his party’s high commands
statement.
Hidayat also refused to be associated with Saudi wahabis, who according to
him were against political parties. What about the ideology of wahabis,
which places uniformity above Unity in Diversity?
Of much interest is also the reason the Depok regent decided to close down a
church, and to deny them a building permit. Interestingly, this regent
belongs to Hidayat’s party. It would be interesting to hear Hidayat to speak
on this subject.
There was another piece of news related to the sexual activities of female
presidential candidates; perhaps the Indonesian Doctors Association (IDI)
chairman, Fachmi Idris, has conducted extensive research on this subject.
What he forgot to disclose was a more understandable reason behind this.
To quote the Post on this subject, “the requirement for a female candidate
to avoid having sex is
to prevent the outcome of her medical check up from showing ‘biased’
results.”
What is not mentioned is whether the so-called “biased” results are only
related to females alone, or also to the males?
The latest findings in the field of medicine have indicated that as women
have their menstruation, men also experience a similar cycle with different
symptoms. As women have menopause, men too have andropause.
Indeed, women can have xx chromosomes, men cannot have yy. Men inherit the
xx chromosomes from their mothers. We are not discussing the issue of the
superiority of men over women or vice versa. But let us talk of some
sensibilities.
In this region of the world, we have never tabooed sex. We have made
intensive studies about sexual energies. The ruins of our campuses at Sukuh
and Cetoh at Central Java are proof of this.
Sexual energy when not channeled for higher purposes to make one more
creative and innovative, will only try to find its release through
intercourse and masturbation. By the way, the passion to hold on to a
position or to fight for a position at any cost – are also prompted by
unchannelled or rather mischannelled sexual energy.
I have many questions in my mind; my friends from overseas have many
questions in their mind. What about you? The readers of The Jakarta Post. If
we do not start questioning today, then tomorrow it may be too late.
*
The writer is a spiritual activist and the author of more than 120 books.*
Subscribe to:
Posts (Atom)




