Sunday, February 21, 2010

Arboretum Sumber Brantas





Kunjungan ke Malang kali ini cukup panjang waktunya. Hari pertama aku mengunjungi Arboretum Sumber Brantas yang berada di bawah pengelolaan Jasa Tirta 2.
Definisi Arboretum berdasar wikipedia.

"An arboretum is a collection of trees. Related collections include a fruticetum (from the Latin frutex, meaning shrub), and a viticetum, a collection of vines. More commonly today, an arboretum is a botanical garden containing living collections of woody plants intended at least partly for scientific study. An arboretum specialising in growing conifers is known as a pinetum.

Kalau pengertian dari wikipedia Indonesia adalah sbb,
"Arboretum adalah semacam kebun botani yang mengkoleksi pepohonan. Kebun botani (atau taman botani) adalah suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan koleksi, penelitian, dan konservasi ex-situ (di luar habitat). Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung."


Arboretum Sumber Brantas terletak lebih kurang 18 km sebelah utara kota Batu tepatnya di Dukuh Sumber Brantas, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu; dan merupakan lokasi salah satu mata air Kali Brantas yang selanjutnya mengalir melalui kota Malang, Blitar, Kediri, Jombang, Mojokerto, Surabaya dan bermuara di selat Madura.
Arboretum Sumber Brantas terletak di sebelah timur kaki Gunung Anjasmoro, dengan gambaran secara umum sebagai berikut : Ketinggian : ±1.500 m (dpl), Curah hujan rata-rata : ± 2.500 mm/thn, Temperatur harian rata-rata : 10,22 o C, Debit mata air rata-rata : 2,5 liter/det, Luas Arboretum : ± 12 Ha, Jenis tanah : andosol dengan tekstur debu dan strukturnya remah, solum tebal, sifat tanah : agak asam.
Lokasi berada pada jalur jalan provinsi yang menghubungkan kota Batu dan Pacet Kabupaten Mojokerto dan sekarang adalah jalur alternative Malang - Surabaya.
Berdekatan dengan taman wisata air panas Cangar.

Lokasi yang cukup tingg ini membuat Arboretum ini memiliki iklim lokal yang cukup dingin, ini membuat saya sangat betah. Kehijauan dan kesejukan yang ditawarkan sangat membuat pengunjung ingin berlama-lama menikmatinya.




Jumlah pohon yang telah ditanam di Arboretum sampai dengan saat ini telah mencapai lebih kurang 3.200 pohon, dengan jenis-jenis tanaman sebagai berikut : Kaju manis (Cinnanonum burmanii), Kayu Putih (Eucalyptus sp), Gagar (Fraxinus griffiti), Cemara duri (Araucaria sp), Cemara gunung (Casuarina junghuhniana), Kina (Chinchona sp.), Cempaka/Locari (Michelia champaka), Sengon (Paraserianthes falcataria), Pinus (Pinus merkusii), Elo (Ficus glomerata), Klampok (Eugenia sp.), Pule (Alstonia sp.), Beringin (Ficus benjamina), Dadap Duri (Erythrina sp ), Bendo (Entada phaseoloides), Dadap minyak (Erythrina sp.), Klerek(Curciligo sp), Mahoni (Swietenia mahagoni), Mindi (Melia azedarachta), Salam (Eugenia polyantha), Tarena (Tarenna laxiflora), Wadang (Pterospermum javanicum), Damar (Agathis alba), Kemi (Aleurites moluccana), Bottle brush (Callistemon sp), Cannon ball (Couroupita geuanensis), Kokrok (Curciligo archioides), Kesek tanjang (Dodoneae angustifolia), Juwet (Eugenia cumini), Ketapang (Ficus pandurata), Tanjung (Mimusop elengi), Apokat (Persea americana), Puspa (Schima noronhae), Suren (Toona sureni), dan lain-lain.
Aku yang memang tidak terlalu paham dengan flora cukup senang bisa memandangi kehijauan dan juga warna-warni bungan yang terhampar di depan mata. Jalan setapak dari semen yang sudah dipenuhi lumut hijau juga membuatku terpana. Semuanya sangat memanjakan mata dan menyejukkan hati.
Akupun berjanji dalam hati untuk selalu membawa kehijauan dan kesejukan arboretum ini dimanapun ku berada.

photo 2: Jogging Track by Yudi
photo 1: Maket Arboretum, koleksi
photo 3: Dandelion, by yudi
photo 4+5: area arboretum


"

Thursday, January 14, 2010

Hari lahir...



Hujan yang terus menderas di kota kecilku... mengiringi jelang 30 tahunku... alam seperti mengerti betapa ku mencintai hujan, agak paradoks karena ku juga sangat menyukai senja... senja tidak akan mempersembahkan tarian jingganya bila hujan mengguyur tentunya...
Tapi, rasa syukurku tak menyurut... ketika jiwa-jiwa menyapaku dengan kata-kata selamat... apa sebetulnya yang ingin mereka sampaikan dengan ucapan selamat itu??
Bukankah harusnya yang ada adalah ucapan berduka, dimana umurku makin berkurang?
Tapi, normalnya hari kelahiran dirayakan dengan bahagia... bukan begitu?
Bahagia karena apa? bukankah makin sedikit waktu kita di dunia ini dengan bertambahnya umur? Bukankah makin sedikit waktu yg kita miliki untuk menikmati hidup? itu juga kalau kita diberikan anugrah untuk bisa menikmati hidup, karena terus terang sulit sekali untuk melakukannya. Kalau teman-teman ada yg punya rumus bagaimana menikmati hidup, silahkan aku diberikan penerangan...
Tapi, semua ucapan itu adalah doá, dimana akan terangkai dan menyatu dengan alam semesta... aku merasa tidak pantas mendapatkannya... tapi berharap doa-doa itu akan mengkristal dan menjelma..
terima kasih semuanya...

Hari ini agak lebih spesial dari hari-hari kelahiranku sebelumnya... bagiku...
Karena kini aku agak lebih tersadar untuk "hidup"
Loh, apakah selama ini ku merasa tidak hidup? Bagaimana memang seharusnya manusia memahami hidup? setelah bisa memahami bagaimana menjalani hidup itu sendiri? Halah... makin bingung jadinya...
Ku juga memberanikan diri untuk berjanji pada diriku untuk membahagiakan diriku. Itu kulakukan karena selama ini ku sangat kurang membuat diriku bahagia. Masih sering terdengar keluhan-keluhan keluar dari mulutku, masih sering tubuhku tersakiti karena kelalaianku. Tubuh yang cuma pinjaman ini, yang harus dirawat dan dijaga sangat sering tidak kuperhatikan. Belum lagi jiwa rapuh yang dipaksa untuk menjadi "äku". Sudah lama aku tidak mengajaknya berdialog untuk membuat keputusan-keputusan dalam hidupku. Aku terlalu egois dan naif, merasa bahwa aku mampu dan kuat.
Pada akhirnya adalah aku kelelahan...
Ku berjanji untuk menjadikan diriku "ütuh", tidak lagi hanya fragmen-fragmen yang lusuh dan tak berbentuk...

Hujan masih saja menderas... malam mengulung... dingin menelusup...
biarlah tubuhku basah... beku... malam ini...
biarlah jiwaku merapat... gigil... ... malam ini...
bersatulah... berpeluklah...
sinar mentari akan membangunkanmu...
alam akan menyadarkanmu...
dan kita akan hidup.... sekali lagi...
kali ini harus berarti...


~Bogor, 14 jan 2010~

photo 1 & 2: taken from google